Tentang Granit Pueh
Granit Pueh di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat merupakan salah satu satuan batuan penting yang menjadi bagian dari kompleks granit besar di Kalimantan Barat bagian barat–daya, khususnya di kawasan Pegunungan Pueh (Pueh Mountains) yang terletak di perbatasan Indonesia–Malaysia.
Batuan ini menjadi ciri khas geologi daerah Temajuk, Paloh, dan Sebubus hingga ke arah Gunung Pueh yang berada di Sarawak, Malaysia. Secara umum, Granit Pueh termasuk dalam Kompleks Granit Schwaner–Pueh, yang terbentuk pada Zaman Kapur (Cretaceous) sebagai hasil dari aktivitas magmatisme di tepi benua Sundaland.
Penyebaran Granit Pueh
Granit Pueh tersebar luas di bagian barat laut Kabupaten Sambas, meliputi wilayah Temajuk, Telok Melano (Malaysia), Paloh, Sebubus, dan sekitarnya. Batuan ini membentuk morfologi bergelombang hingga pegunungan curam seperti Gunung Pueh (1.567 m dpl) dan Gunung Pueh Kecil, serta menjadi penyusun utama substrat batuan di sepanjang garis pantai utara Kalimantan Barat.
Di Indonesia, singkapan granit ini tampak jelas di daerah Pantai Telok Atong, Batu Nenek, dan Temajuk, yang menunjukkan tekstur faneritik kasar dan komposisi mineral kuarsa, feldspar, serta biotit. Peta geologi regional memperlihatkan bahwa Granit Pueh merupakan bagian dari Sabuk Magmatik Kapur Akhir, yang memanjang dari Pegunungan Schwaner di Kalimantan Tengah–Barat hingga ke bagian barat laut Kalimantan.
Unit ini juga menjadi batuan sumber bagi endapan aluvial yang mengandung zirkon, ilmenit, dan monasit di dataran rendah Sambas dan Bengkayang.
Proses Pembentukan Granit Pueh
Proses pembentukan Granit Pueh terkait erat dengan subduksi Lempeng Paleo-Pasifik di bawah Sundaland pada masa Mesozoikum Akhir. Subduksi ini menyebabkan pelelehan parsial kerak benua bawah yang menghasilkan magma granitik berkomposisi sialik (silika tinggi). Magma tersebut kemudian naik dan membeku pada kedalaman menengah hingga dangkal, membentuk tubuh granit intrusif besar yang kini dikenal sebagai Granit Pueh.
Secara petrogenetik, Granit Pueh tergolong ke dalam granit tipe I (igneous-type), yang berasal dari peleburan batuan kerak menengah akibat aktivitas busur magmatik. Analisis geokronologi U-Pb dari zirkon menunjukkan usia kristalisasi sekitar 85–100 juta tahun lalu (Kapur Akhir). Hal ini menandakan bahwa magmatisme Pueh merupakan bagian dari evolusi tektonik arc–continent collision system di tepi barat Sundaland.
Karakteristik Batuan
Komposisi Mineral
Kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, muskovit; aksesoris: zirkon, apatit, dan turmalin
Tekstur dan Struktur
Tekstur faneritik, porfiritik, dengan butiran kasar. Struktur masif, tidak terfoliasi, kadang menunjukkan rekahan akibat pendinginan.
Hasil Pelapukan
Pasir kuarsa, kaolin, dan mineral berat (zirkon, monasit, ilmenit)
Signifikansi Geologi
Selain sebagai objek geologi penting, Granit Pueh juga memiliki potensi geoheritage karena menyimpan jejak evolusi tektonik Sundaland dan potensi wisata geologi (geowisata) di kawasan Temajuk–Pueh, yang menjadi titik pertemuan antara warisan geologi, ekologi pesisir, dan nilai lintas batas Indonesia–Malaysia.
Secara tektonik, Granit Pueh berada pada zona busur magmatik (magmatic arc) di tepi barat daya Sundaland, yang terbentuk akibat subduksi Lempeng Samudra Paleo-Pasifik di bawah kerak benua Asia Tenggara pada Zaman Kapur (Cretaceous).
Lokasi Relatif
Granit Pueh memiliki posisi tektonik yang penting dengan konfigurasi sebagai berikut:
- Arah barat: Samudra Paleo-Pasifik (sumber subduksi)
- Tengah: Busur magmatik Kalimantan Barat (Granit Schwaner–Pueh)
- Arah timur: Interior Sundaland (Borneo Craton dan Batolit Schwaner)
Granit Pueh merupakan bagian dari "Schwaner Batholith Belt", yaitu sabuk batuan granitik besar yang memanjang dari Kalimantan Tengah (Sukadana, Ketapang) hingga Kalimantan Barat bagian utara (Sambas dan Paloh).
Informasi Tambahan
Lokasi
Pantai Teluk Atong, Dusun Maludin Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat
Koordinat
2º 1' 48.26" LU / 109º 36' 32.03" BT
Usia
±85–100 juta tahun (Kapur Akhir)
Tipe Granit
Granit tipe I (igneous-type)
Sumber Data
Peta Geologi Lembar Sambas/Siluas, Kalimantan oleh E. Rusmana (GRDC) dan P.E. Pieters (AGSO) Tahun 1993
Nilai Konservasi
Calon geoheritage karena merekam sejarah magmatisme Mesozoikum
Kesimpulan
Granit Pueh merupakan bagian dari "Schwaner Batholith Belt", yaitu sabuk batuan granitik besar yang memanjang dari Kalimantan Tengah (Sukadana, Ketapang) hingga Kalimantan Barat bagian utara (Sambas dan Paloh). Batuan ini memiliki nilai geologi yang tinggi sebagai calon geoheritage karena merekam sejarah magmatisme Mesozoikum dan berpotensi dikembangkan sebagai geowisata perbatasan Indonesia–Malaysia.
Foto Singkapan Granit Pueh
Singkapan Granit Pueh
Pantai Teluk Atong, Desa Temajuk
Tekstur Faneritik Kasar
Terlihat jelas butiran kuarsa, feldspar, dan biotit
Morfologi Granit Pueh
Membentuk pegunungan curam seperti Gunung Pueh
Batuan Granit Pueh
Membentuk batuan granit pada kawasan Pegunungan Pueh
Batuan Granit Pueh
Membentuk batuan granit pada kawasan Pegunungan Pueh
Stakeholder Pendukung Geowisata Temajuk
Peta Geowisata
Peta Deliniasi Geowisata Temajuk
Peta yang menampilkan deliniasi kawasan geowisata Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat dengan informasi geosites, formasi geologi, dan area delineasi.
Peta Geowisata Temajuk
Peta geowisata yang menampilkan spot-spot geowisata Desa Temajuk beserta formasi geologi, lokasi geosites, dan fitur geografis kawasan.